Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 19 Mei 2012

laporan mekanisasi pertanian


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Traktor adalah kendaraan yang didesain spesifik untuk keperluan fraksi tinggi  pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik atau pun didorong dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainya, “unit traktor”, yang mendefinisikan kendaraan truk semi trailer. Kata traktor diambil dari bahasa latin, trahere yang berarti “menarik”.
Traktor dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk menunjang operasi pertanian yang efektif, baik tenaga, waktu maupun biaya, sehingga dapat menigkatkan kapasitas kerja, mengurangi biaya produksi, meningkatkan hasil pertanian serta mengurangi kelelahan dan kebosanan dalam bekerja.
Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan “suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbang atau bajak, untuk menggantikan istilah  “mesin penarik” (trakction engine). Di inggris, irlandia, Australia, india, spanyol, argentina, dan jerman, kata “traktor” umumnya berarti “traktor pertanian”, dan penggunaan kata traktor yang merujuk pada jenis kendaraan lain sangat jarang. Intrumen pertanian bermesin pertama adalah mesin uap portabel di tahun 1800an, yaitu mesin uap yang bisa digunakan untuk mengendalikan instrument mekanis pertanian. Sekitar tahun 1850, mesin penarik dikembangkan dari mesin tersebut, dan digunakan secara luas dipertanian. Traktor pertama adalah mesin bajak bermesin uap.Traktor  bisa diklasifikan sebagai two wheel drive, atau track tractor. Traktor, kecuali trak tracktor umumnya memiliki 4 roda dengan dua roda yang lebih besar dibelakang atau keempat roda sama besar.
Track traktor memiliki penggerak seperti tank yang membuatnya mampu bergerak diberbagai medan. Karena traksinya yang sangat hebat, tracktor menjadi popular di California pada tahun 1930-an. Traktor pada awalnya menggunakan mesin uap. Pada awal abad utama sumber tenaga traktor. Antara tahun 1900 hingga 1960, bensin menjadi bahan bakar utama, dan minyak tanah dan etanol sebagai alternatif bahan bakar. Kebanyakan traktor tua memakai transmisi manual. Traktor jenis ini memiliki beberapa rasio kecepatan tinggi umumnya 3 hingga 6. Kecepatan rendah umumnya dipakai di lahan pertanian sedangkan kecepatan tinggi dipakai dijalan.
Tenaga yang diproduksi oleh mesin harus ditransmisikan keperalatan yang diimplementasikan ke traktor untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan (menanam, memanen, membajak, dan sebagainya). Hal ini bisa dicapai dengan drawbar atau system sambungan.

1.2. Tujuan
a.       Dapat mengetahui macam-macam alat dan mesin pertanian.
b.      Dapat mengoprasikan alat dan mesin pertanian.
c.       Dapat menghitung efektifitas penggunaan alatdanmesin pertanian.
d.      Dapat melaksanakan budidaya tanaman jagung dengan pengolahan menggunakan alat dan mesin pertanian.

1.3. Manfaat Praktikum
Manfaat dari praktikum ini yaitu mahasiswa dapat mengetahui jenis alat dan mesinpertanian yang ada, serta mahasiswa dapat mengetahui cara mengoprasikan alat dan mesin pertanian yang ada di laboratorium teknik pertanian.


BAB II
TEORI DASAR
2.1. Definisi Traktor dua roda
Traktor dua roda sering disebut juga sebagai traktor tangan atau hand traktor yang mana traktor tangan ini menggunakan motor satu silinder dengan daya 5-15 hp, bahan bakar yang digunakan umumnya solar. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan 4 buah baut pengencang. Motor dapat digeser kearah depan dan belakang untu memperoleh keseimbangan traktor. Untuk menghidupkan traktor ini digunakan engkol.
            Kerangka pada traktor tanagan berperan sebagai tempat kedudukan motor penggerak , unit transmisi dan bagian traktor lainnya .ddaya pada motor penggerak disalurkan melalui putaran poros engkol kekopling utama melalui sabuk V. kopling utama meneruskan daya tersebut kesusunan roda gigi transmisi untuk menggerakkan poros roda dan poros rotary. Disamping untuk menyalurkan daya, unit transmisi juga berfungsi untuk mengatur keceptan traktor.

            2.1.1. Ukuran Traktor Dua Roda Menurut Kapasitas
Berdasarkan kapasitasnya traktor roda dua dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
  Traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 hp
  Traktor tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5 - 7 hp
  Traktor tangan berukuran besar, tenaga penggeraknya antara 7–12 hp

            2.1.2. Jenis Pekerjaan Yang Dapat Dilakukan Traktor Dua Roda
            umumnya digunakan pada lahan yang sempit dan banyak digunakan petani di Indonesia, karena dapat berputar dengan tajam atau lintasan berputar yang sempit jika dibandingkan dengan mini traktor Traktor tangan dengan daya yang kecil dapat digunakan pada kebun yang kecil (Garden Traktor), sperti untuk kebun sayuran orgnik dengan dengan system kelambu.
traktor roda dua atau traktor tangan juga dapat mengolah tanah yang gembur dan dengan kelembaban tertentu, dan disesuaikan dengan kekuatan traktor tersebut. Oleh karena itu traktor roda dua ini dapat dioperasikan pada lahan yang lembab atau basah dan tidak terlalau kering.

            2.1.3. Komponen utaman Traktor Dua Roda

Langkah pertama yang harus dipelajari untuk dapat mengoperasikan traktor dua roda ini adalah mengenal traktor dua roda itu sendiri .Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
1.                  Tenaga penggerak motor.
2.                  Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).
3.                  Tuas kendali.

1.         Tenaga penggerak motor.
            Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga yang menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang dihasilkan kurang dari 12 Hp, dengan menggunakan satu silinder. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan empat buah baut pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi motor dapat digerakkan maju mundur. Tujuannya untuk memperoleh keseimbangan traktor dan untuk menyesuaikan ukuran v-belt yang digunakan. Traktor akan lebih berat ke depan apabila posisi motor digeser maju, begitu juga sebaliknya. Untuk menghidupkan motor diesel digunakan engkol, sedangkan untuk motor bensin dan minyak tanah menggunakan tali starter.
Sebagian besar traktor menggunakan motor diesel. Penggunaan motordiesel umumnya lebih murah baik pada saat pengoperasiannya maupun perawatannya. Motor diesel lebih awet dibanding motor jenis lain, asal perawatannya dilakukan dengan baik dan benar sejak awal.
Gambar. 1 Tenaga Penggerak Motor

2.         Kerangka dan transmisi (penerus tenaga)
Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan bagian traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan kerangka dengan menggunakan beberapa buah baut pengencang.  Transmisi berfungsi memindahkan tenaga/putaran dari motor penggerak ke alat lain yang bergerak. Jenis transmisi yang digunakan ada beberapa macam, seperti : pully, belt, kopling, gigi persneleng, rantai dan sebagainya. Tenaga dari motor berupa putaran poros disalurkan melalui pully dan vbelt ke kopling utama. Kopling utama meneruskan tenaga tersebut ke gigi persneleng untuk menggerakkan poros roda dan poros PTO. Selain untuk menyalurkan tenaga, gigi persneleng juga berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran poros roda dan poros PTO. Dari PTO tenaga dasalurkan lewat gigi dan rantai ke mesin rotary.
Sebuah traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan tertentu karena putaran poros motor penggerak disalurkan sampai ke roda. Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban, roda besi, roda apung (roda sangkar/cage wheell). Roda ban berfungsi untuk transportasi.dan mengolah tanah kering. Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran, sehingga tidak merusak jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik beban berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah basah. Roda apung ini ada yang lebar, ada juga yang diameternya besar, sehingga dapat menahan beban traktor agar tidak tenggelam dalam lumpur. Ukuran roda disesuaikan dengan spesifikasi traktor. Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya traktor.
Gambar 2. Traktor dengan Roda ban

Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan standar samping. Standar samping khusus digunakan untuk pemasangan roda. Pemasangan roda dilakukan satu persatu. Pelepasan roda dari poros dilakukan dengan cara melepas mur-baut dan atau pena penyambung.  Setelah roda dilepas, baru dipasang roda pengganti yang sesuai. Pemasangan roda ini tidak boleh terbalik. Untuk roda ban, pada sisi atas ban, arah panah harus ke depan. Untuk roda besi, sisi roda bawah harus menancap ke tanah. Untuk roda apung, sisi roda bawah tidak boleh menancap ke tanah. Sehingga pemasangan roda tidak boleh terbalik antara roda kiri dan kanan.
Poros roda traktor biasanya cukup panjang dan dilengkapi dengan beberapa lubang. Poros yang panjang ini dimaksudkan untuk menyesuaikan lebar olah implemen. Pemasangan roda yang cukup lebar juga akan menjaga keseimbangan traktor, terutama apabila digunakan pada lahan yang miring.  Sedang lubang yang ada di poros digunakan untuk tempat pena, sehingga menjamin roda tidak akan slip atau lepas pada saat pengoperasian.

3.         Tuas kendali/kontrol
Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor. Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan ada banyak tuas kendali. Namun begitu banyaknya tuas kendali ini akan mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan harganya lebih mahal. Untuk itu sekarang banyak diproduksi traktor yang hanya dilengkapi dengan beberap tuas kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya menjadi lebih murah. Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.

Tuas kendali yang sering ada pada traktor tangan adalah sebagai berikut:
1.                  Tuas persneleng utama
Tuas persneleng utama berfungsi untuk memindah susunan gigi pada persneleng, sehingga perbandingan kecepatan putar poros motor penggerak dan poros roda dapat diatur.Traktor tangan yang lengkap biasanya mempunyai 6 kecepatan maju dan 2 kecepatan mundur. Kecepatan ini dapat dipilih sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Sebagai patokan awal dapat digunakan sebagai berikut:

Ø  Kecepatan satu untuk membajak tanah dengan mesin rotary
Ø  Kecepatan dua untuk membajak tanah dengan bajak singkal/piringan
Ø  Kecepatan tiga untuk membajak tanah sawah yang tergenang
Ø  Kecepatan empat untuk berjalan di jalan biasa
Ø  Kecepatan lima dan enam untuk menarik trailer/gerobak
Ø  Mundur satu digunakan pada saat operator berjalan
Ø  Mundur dua digunakan pada saat operator naik di trailer/gerobak

2.                  Tuas persneleng cepat lambat
Tuas ini tidak selalu ada. Apabila tuas persneleng utama hanya terdiri dari 3 kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur, biasanya traktor tangan dilengkapi dengan tuas persneleng cepat lambat. Fungsi perneleng ini untuk memisahkan antara pekerjaan mengolah tanah dengan pekerjaan transportasi (berjalan dan menarik trailer/gerobak).

3.                  Tuas kopling utama
Tuas kopling utama berfungsi untuk mengoperasikan kopling utama. Bila tuas dilepas pada posisi pasang/ON, maka tenaga motor akan tersambung ke gigi persneleng. Sebaliknya apabila ditarik ke posisi  netral/bebas/OFF, maka tenaga motor tidak disalurkan ke gigi  persneleng. Apabila ditarik lagi maka tuas kopling utama akan tersambung dengan rem yang berada pada rumah kopling utama.

4.                  Tuas persneleng mesin rotary
Tuas persneleng mesin rotary berfungsi sebagai pengatur kecepatan putar poros PTO. Biasanya ada dua macam kecepatan dan satu netral. Apabila hasil pengolahan yang diharapkan halus dan gembur, maka tempatkan posisi tuas persneleng mesin rotary pada posisi cepat. Begitu juga sebaliknya. (Kecepatan putar pisau rotary dapat juga diatur dari posisi pemasangan rantai penghubung).

5.                  Tuas persneleng kemudi
Ada dua buah tuas kopling kemudi pada setiap traktor tangan, masing-masing ada di sebelah kanan dan kiri. Tuas ini digunakan untuk mengoperasikan kopling kemudi (kanan dan kiri). Apabila tuas kopling kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.

6.                  Stang kemudi dan kemudi pembantu
Stang kemudi merupakan bagian traktor yang digunakan untuk berpegangnya operator. Stang kemudi digunakan untuk membantu membelokan raktor. Meskipun sudah ada tuas kopling kemudi, namun agar berbeloknya traktor dapat lebih tajam, perlu dibantu dengan stang kemudi. Stang kemudi juga digunakan untuk mengangkat implemen pada saat pengoperasian. Kemudi pembantu digunakan untuk tempat bertumpu bahu operator. Maksudnya agar menambah beban bagian belakang traktor, sehingga hasil pengolahan tanah bias lebih dalam.

7.                  Tuas gas
Tuas gas traktor dihubungkan dengan tuas gas pada motor penggerak. Tuas ini digunakan untuk mengubah kecepatan putaran poros motor penggerak yang sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan. Tuas ini juga berfungsi untuk mematikan motor traktor, apabila posisinya ditempatkan pada posisi “STOP”.

8.                  Tombol lampu dan bel
Kadang-kadang traktor digunakan pada waktu malam hari, sehingga diperlukan penerangan. Tombol bel diperlukan apabila traktor dijalankan di jalan raya. Dengan adanya tombol lampu dan bel ini, motor traktor harus dilengkapi dengan kumparan sebagai sumber arus listrik.

9.                  Tuas penyangga depan
Tuas ini dihubungkan dengan penyangga depan. Tuas ini akan menggerakkan penyangga depan. Apabila tuas didorong akan mendorong penyangga depan turun untuk menyangga traktor. Traktor tangan hanya mempunyai dua roda. Apabila traktor dalam keadaan berhenti (ditinggal operator),
maka untuk menegakkan traktor diperlukan penyangga.


2.1.4. Jenis Alat Bantu Traktor Dua Roda
            Adapun alat-alat bantu pada traktor dua roda adalah sebagai berikut :

a.       Unit roda.
Ø  Roda ban
Ø  Roda pengatur kedalaman bajakan
Ø  Roda besi
Ø  Roda apung
b.      Unit equipment atau peralatan lainnya
Ø  Bajak singkal
Ø  Bajak rotary
Ø  Gelebeg
Ø  Ridger
Ø  Trailer
Ø  Transplanter
Ø  Seed drill
Ø  Pontoon atau pelampung.

2.2. Definisi Traktor Empat Roda
Traktor mini merupkan traktor empat roda dengan daya berrkisar 12-15Hp dimana dalam mengoperasikannya atau mengendarai sama dengan mengendarai mobil yang dilengkapi dengan stir kemudi sebagai pengendali arah dengan operator duduk , berbeda dengan traktor tangan operator ikut berjalan dengan memegang handel stang. Komponen atau unit yang digunakan hampir sama dengan raktor tangan . pada traktor empat roda dilengkapi dengan poros PTO (Power Take Of) sehingga untuk kepentingan tertentu seperti tenaga untuk memutar bajak rotary dapat diambilkan langsung dari putaran poros mesin  (PTO).


            2.2.1. Ukuran Traktor Empat Roda Menurut Kapasitas
   Berdasarkan kapasitasnya traktor roda 4 dibedakan menjadi :
1)      Traktor mini ( < 25 pk)
2)      Traktor sedang (25 pk  –  50 pk)
3)      Traktor besar ( > 50 pk)

            2.2.2. Jenis Pekerjaan Yang Dilakukan Traktor Empat Roda
Traktor mini mempunyai tenaga yang cukup besa sehingga traktor ini cocok digunakan pada daerah atau areal pertanian yang luas, seperti misalnya pada areal persawahan traktor ini sangat cocok. Jika areal persawahanya dlam maka traktor ini bisa memakai roda apung, yang mana roda ini dapat mempermudah pekerjaan karena kemungkinan roda untuk slip sangat sedikit.

2.2.3. Komponen Utama Traktor Empat Roda

Ø  Pedal rem
Ø  Tumpuan kaki
Ø  Pedal pengunci differensial
Ø  Panel instrument
Ø  Radiator
Ø  Motor penggerak
Ø  Saringan udara
Ø  tangki bahan bakar
Ø  tuas pengatur gas
Ø  stir kemudi
Ø  Tuas perseneling utama
Ø  Tuas perseneling PTO
Ø  Tuas pengatur hidrolik
Ø  Tempat duduk operator
Ø  Poros PTO
Ø  Roda belakang dan depan
Ø  Batang rem
Ø  Tuas perseneling
Ø  Pedal kopling
Ø  Bak gigi kemudi
Ø  Motor starter
Ø  Aki

2.2.4. Jenis Alat Bantu Traktor Empat Roda
Sama hal nya dengan traktor dua roda, traktor mini memilki alat bantu sebagai berikut :
a.       Unit roda.
Ø  Roda ban
Ø  Roda pengatur kedalaman bajakan
Ø  Roda besi
Ø  Roda apung

b.      Unit equipment atau peralatan lainnya
Ø  Bajak singkal
Ø  Bajak rotary
Ø  Gelebeg
Ø  Ridger
Ø  Trailer
Ø  Transplanter
Ø  Seed drill
Ø  Pontoon atau pelampung.


2.3. Motor Bakar
Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik. Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri. Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.

            2.3.1. Motor Bakar 2 Tak
Pada dasarnya prinsip kerja motor 2-tak sangat simpel/sederhana.  Pada satu siklus pembakaran terjadi dua kali langkah seker/piston. Jadi dalam motor bensin 2 tak, piston melakukan 2 kali langkah kerja dalam 1 kali langkah usaha.
 Langkah kompresi dan langkah hisap pada langkah ini dalam motor 2 tak terjadi 2 aksi berbeda yang terjadi secara bersamaan yaitu aksi kompresi yang terjadi pada ruang silinder atau pada bagian atas dari piston dan aksi hisap yang terjadi pada ruang engkol atau pada bagian bawah piston. Sedangkan yang terjadi dalam langkah ini adalah : torak bergerak dari TMB (titik mati bawah) ke TMA (titik mati atas). -pada saat saluran pembiasan tertutup mulai dilakukan langkah kompresi pada ruang silinder. dan pada saat saluran hisap membuka maka campuran udara dan bensin akan masuk ke dalam ruang engkol.
 Langkah usaha dan buang Dan pada langkah ini terjadi langkah usaha dan buang yang terjadi pada saat yang tidak bersamaan, jadi langkah usaha dahulu barulah setelah saluran pembiasan dan saluran buang terbuka terjadi langkah buang. Yang terjadi dalam langkah ini adalah : -sebelum piston mencapai TMA (titik mati atas), busi akan memercikan bunga api listrik sehingga campuran udara dan bahan bakar akar terbakar dan menyebabkan timbulnya daya dorong terhadap piston, sehingga piston akan bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah). sesaat setelah saluran hisap tertutup dan saluran bias serta saluram buang membuka maka campuran udara dan bahan bakar yamg berada diruang engkol akan mendorong gas sisa hasil pembakaran melalui saluran bias ke saluran.
            2.3.2. Motor 4 Tak
            Pada mesin motor 4 tak atau four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik turun piston, duakali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camsaft).
Empat proses tersebut terbagi dalam siklus:
1.       Langkah Hisap
Bertujuan untuk memasukkan kabut udara bhan bakar kedalam silinder. Sebagai mana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan bakar yang terbakar selama proses pembakaran.
2.       Langkah Kompresi
Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong kearah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel. Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperature sehingga campuran udara bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.

3.       Langkah Tenaga
Dimulai ketika campuran udaa/bahan bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah leakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang menddorong piston turun  kesilinder bore. Gerakan linear dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk s. energy rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukn hanya menghasilkan tenaga , counter balance weigth pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.

4.       Langkah Buang
Langkah ini menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sissa pembakaran keluar dari silinder menuju knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.

            2.3.3. Motor Diesel
Motor bakar diesel yang berbeda dengan motor bakar bensin proses penyalaannya bukan dengan loncatan bunga api listrik. Pada langkah isap hanyalah udara segar yang masuk kedalam silinder. Pada waktu torak hampir mencapai TMA bahan bakar disemprotkan kedalam  silinder. Terjadilah penyalaanan untuk pembakaran, pada saat udara masuk kedalam silinder sudah bertemperatur tinggi.
Sistim bahan bakar
Ada tiga sistem yang banyak dipakai dalam penyaluran bahan bakar dari tangki bahan bakar sampai masuk kedalam silinder pada motor diesel
1.                  sistem pompa pribadi
2.                  sistem distribusi dan
3.                  sistem akumulator

Prinsip Dasar  Motor Diesel Empat Langkah
Mesin empat langkah adalah mesin yang melengkapi satu siklusnya yang terdiri dari proses kompresi, ekspansi, buang dan hisap selama dua putaran poros engkol. Prinsip kerja motor diesel empat langkah di gambarkan pada gambar 2.1 dibawah ini.

            2.3.4. Motor Bensin
Pada motor bensin, bensin dibakar untuk memperoleh energi termal. Energi ini selanjutnya digunakan untuk melakukan gerakan mekanik. Prinsip kerja motor bensin, secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut : campuran udara dan bensin dari karburator diisap masuk ke dalam silinder, dimampatkan oleh gerak naik torak, dibakar untuk memperoleh tenaga panas, yang mana dengan terbakarnya gas-gas akan mempertinggi suhu dan tekanan. Bila torak bergerak turun naik di dalam silinder dan menerima tekanan tinggi akibat pembakaran, maka suatu tenaga kerja pada torak memungkinkan torak terdorong ke bawah. Bila batang torak dan poros engkol dilengkapi untuk merubah gerakan turun naik menjadi gerakan putar, torak akan menggerakkan batang torak dan yang mana ini akan memutarkan poros engkol. Dan juga diperlukan untuk membuang gas-gas sisa pembakaran dan penyediaan campuran udara bensin pada saat-saat yang tepat untuk menjaga agar torak dapat bergerak secara periodik dan melakukan kerja tetap.

2.4. Oil Pelumas
Pelumas atau sering disebut lubricant adalah suatu bahan (biasanya berbentuk cairan) yang berfungsi untuk mereduksi keausan antara dua permukaan benda bergerak yang saling bergesekan. Suatu bahan cairan dapat dikategorikan sebagai pelumas jika mengandung bahan dasar (bisa berupa oil based atau water/glycol based) dan paket aditif.
Pelumas mempunyai tugas pokok untuk mencegah atau mengurangi keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara dua permukaan logam yang saling bergesekan sehingga keausan dapat dikurangi, besar tenaga yang diperlukan akibat gesekan dapat dikurangi dan panas yang ditimbulkan oleh gesekan pun akan berkurang.
Pelumas dapat dibedakan type/jenisnya berdasarkan bahan dasar (base oil), bentuk fisik, dan tujuan penggunaan.
1.                  Dilihat dari bentuk fisiknya :
a)      Minyak pelumas (lubricating oil)
b)      Gemuk pelumas (lubricating grease)
c)      Cairan pelumas (lubricating fluid)
2.                  Dilihat dari bahan dasarnya :
a)      Pelumas dari bahan nabati atau hewani
b)      Pelumas dari bahan minyak mineral atau minyak bumi
c)      Pelumas sintetis
3.                  Dilihat dari penggunaannya :
a)      Pelumas kendaraaan
b)      Pelumas industry
c)      Pelumas perkapalan
d)     Pelumas penerbangan

4.                  Dilihat dari pengaturan atau pengawasan mutunya :
a. Pelumas kendaraan bermotor :
Ø  Minyak pelumas motor kendaraan baik motor bensin /diesel
Ø  Minyak pelumas untuk transmisi
Ø  Cairan pelumas transmisi otomatis dan sistim hidrolis (Automatic transmission fluid & hydraulic fluid)
b. Pelumas motor diesel untuk industri :
Ø  Motor diesel putaran cepat
Ø  Motor diesel putaran sedang
Ø  Motor diesel putaran lambat
c. Pelumas untuk motor mesin 2 langkah :
Ø  Untuk kendaraan bermotor
Ø  Untukm perahu motor
Ø  Lain lain ( gergaji mesin, mesin pemotong rumput )
d. Pelumas khusus
Jenis pelumas ini banyak ragamnya yang penggunaannya sangat spesifik untuk setiap jenis, diantaranya adalah untuk senjata api, mesin mobil balap, peredam kejut, pelumas rem, pelumas anti karat, dll.
2.5. Maintanance / Perawatan Traktor Roda 2 dan Traktor Roda 4
a). Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)
Semua mur-baut dan pengikat yang lain harus diperiksa. Jika dibiarkan kendur akan mengakibatkan kerusakan yang lebih berat. Bagian-bagian traktor akan bisa lepas atau patah.

b). Memeriksa V-belt (25 jam kerja)
Ketegangan V-belt harus tepat. Belt yang dipakai cukup lama akan mengembang sehingga belt akan kendur. Belt yang kendur akan menimbulkan slip, sedang yang terlalu kencang akan mudah rusak dan menghambat putaran mesin.

c). Memeriksa bahan bakar
Tangki harus terisi cukup bahan bakar. Tangki yang kosong akan mengakibatkan udara masuk ke saluran bahan bakar, sehingga traktor susah dihidupkan. Tangki yang dibiarkan kosong pada saat traktor disimpan akan mengakibatkan terjadinya pengembunan. Lama kelamaan air hasil pengembunan akan semakin banyak tertampung di dalam tangki. Apabila air ini masuk ke dalam ruang pembakaran akan dapat merusak motor. Pemeriksaan bahan bakar dapat dilihat dari selang penduga yang berada di samping tangki bahan bakar.

d). Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)
Jenis traktor yang biasa digunakan adalah motor diesel. Bahan-bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran harus betul-betul bersih. Bahan bakar yang kotor akan menyumbat lubang nozel. Kotoran yang mengendap biasanya diperiksa pada mangkuk gelas. Untuk memeriksa elemen saringan, kran bahan bakar harus ditutup terlebih dahulu, sebelum membuka mangkuk gelas.

e). Memeriksa saringan udara
Traktor biasa bekerja di lahan yang penuh debu, sehingga udara yang dihisap motor relatif kotor. Saringan udara harus dalam kondisi baik, agar dapat menyaring udara dengan sempurna. Saringan udara traktor tangan banyak yang menggunakan tipe basah. Saringan dibuka dan diperiksa kebersihan saringan kawat serta ketinggian permukaan dan kebersihan oli.

f). Memeriksa sistem pendingin
Biasanya motor traktor menggunakan sistem pendingin air sebagai pendingin, baik tipe radiator maupun kondesor. Periksa keberadaan air dan kebersihan ram radiator.

g). Memeriksa tuas kendali/kontrol
Seluruh tuas kendali/kontrol harus beroperasi dengan baik. Dengan beroperasinya tuas kontrol dengan baik, operator dapat mengoperasikan dengan baik pula. Ada beberapa tuas kontrol yang bisa diatur gerak bebasnya, seperti: Kopling utama, rem, kopling kemudi, dan gas.

h). Memeriksa tekanan ban
Tekanan ban harus standart (16,5 psi). Tidak boleh terlalu keras atau kempes. Tekanan kedua ban juga harus sama.

i) Memeriksa sistem pelumasan
Bagian-bagian yang bergesekan, perlu diberi pelumas, agar tidak timbul gesekan dan panas. Ada beberapa bagian dari traktor tangan yang perlu dilumasi, yaitu : Bagian dalam motor. Oli motor ditampung dalam karter, dan dapat diperiksa dengan tongkat penduga. Cukup tidaknya dan kotor tidaknya oli perlu diperiksa. Gigi transmisi. Sama dengan oli motor, oli gigi transmisi juga perlu diperiksa. Kabel kopling kemudi. Periksa kondisi kawat yang ada pada kabel kopling, jangan sampai kering atau bahkan berkarat. Agar tidak berkarat dan lengket perlu dilumasi dengan oli SAE 30/40 Bagian lain dari traktor yang bergesekan, seperti jari kopling dan cam/pengait kopling utama. Untuk mencegah keausan, perlu dilumasi dengan oli SAE 30/40
j). Memeriksa implemen
Implemen yang akan dioperasikan harus betul-betul siap. Kelengkapan implemen perlu diperiksa. Implemen yang bergerak, perlu diberi pelumas.
k). Persiapan peralatan tangan
Peralatan tangan yang sering dipakai, terutama yang digunakan untuk mengoperasikan implemen, harus dibawa. Beberapa jenis traktor tangan dilengkapi dengan bagasi tempat peralatan tangan tersebut. Tempat peralatan biasanya dibagian atas traktor.

2.6. Macam-Macam Pola Bajak

a.Bajak singkal (moldboard plow)
Bajak singkal termasuk bajak yang paling tua. Di Indonesia bajak singkal inilah yang paling sering digunakan oleh petani untuk melakukan pengolahan tanah, dengan tenaga ternak hela sapi atau kerbau sebagai sumber daya penariknya.
Secara umum bajak singkal dibedakan atas 2 jenis, yaitu bajak singkal satu arah (one-way moldboard plow) dan bajak singkal dua arah (two-way moldboard plow). Bajak singkal satu arah adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah hanya pada satu arah saja. Sedangkan bajak singkal 2 arah pada waktu mengolah tanah arah pelemparan atau pembalikan tanah dapat diatur 2 arah, yaitu ke kanan dan ke kiri. Bagian-bagian utama dari bajak singkal yang aktif mengolah tanah adalah pisau bajak (share), singkal (moldboard) dan penstabil bajak (landside).
Fungsi dari pisau bajak adalah untuk memotong tanah secara horisontal. Biasanya alat ini terbuat dari logam yang berbentuk tajam. Singkal berfungsi untuk menghancurkan dan membalik tanah, karena bentuknya yang melengkung maka pada waktu bajak bergerak maju, tanah yang terpotong akan terangkat ke atas dan kemudian dibalik dan dilemparkan sesuai dengan arah pembalikan bajak. Landside berfungsi untuk mempertahankan gerak maju bajak agar tetap lurus, dengan cara menahan atau mengimbangi gaya kesamping yang diterima bajak singkal pada waktu bajak tersebut digunakan untuk memotong dan membalik tanah.
Untuk meyempurnakan hasil kerjanya, selain bagian-bagian utama di atas, bajak singkal juga dilengkapi dengan perlengkapan tambahan, yaitu roda alur penstabil (furrow wheel), roda dukung (land wheel), kolter, jointer dan kerangka.
Furrow wheel berfungsi untuk menjaga kestabilan pembajakan. Land wheel berfungsi untuk mengatur kedalaman sehingga kedalamannya konstan. Kolter berfungsi untuk memotong seresah dan memotong tanah ke arah vertikal sehingga pembalikan tanah menjadi lebih ringan dan biasanya dipasang di depan bajak serta berada sedikit di atas mata bajak. Jointer berfungsi untuk memungkinkan penutupan seresah lebih sempurna dalam pembajakan, terpasang di atas pisau bajak dengan kedalaman kerja + 5 cm. Pada kerangka terdapat titik penggandengan yang nantinya akan dirangkaikan dengan sumber daya penariknya.
Penggunaan bajak singkal ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain : pembalikan tanah lebih seragam pada tiap petak tanah yang diolah, lebih praktis untuk pengolahan tanah sistem kontur, tidak menimbulkan alur mati (dead furrow) atau alur punggung (back furrow) sehingga pembajakan lebih rata. Bajak singkal dapat dipergunakan untuk mengait dan mencacah gulma, serta pembajakan di bawah vegetasi hijau yang tinggi. Bajak ini bekerja dengan ditarik oleh penggandeng misalnya traktor. Namun bajak jenis ini konstruksinya biasanya lebih berat dan lebih rumit, sehingga untuk ukuran yang besar perlu dilengkapi sistem hidrolis untuk pemutaran mata bajaknya, dengan tenaga operator yang lebih terampil.

b.Bajak piringan (disc plow)

Bajak piringan fungsinya sama dengan bajak singkal, yaitu untuk pengolahan tanah pertama tetapi singkalnya diganti dengan piringan. Piringan bulat seperti parabola dan berfungsi untuk memotong dan membalik tanah.
c.Bajak putar (rotary plow)
                 Pengolahan tanah dengan bajak akan menghasilkan bongkahan-bongkahan yang besar, sehingga biasanya masih diperlukan tambahan pengerjaan untuk memperoleh keadaan tanah yang lebih halus lagi. Dengan menggunakan bajak putar pengerjaannya hanya dilakukan sekali tempuh. Bajak putar ini dapat digunakan pada tanah yang kering maupun tanah sawah, kadang-kadang juga digunakan untuk mengerjakan tanah kedua dan juga dapat digunakan untuk melakukan penyiangan atau pendangiran. Penggunaan bajak rotari untuk pengolahan tanah dapat memberikan hasil yang lebih baik (baik untuk tanah kering maupun tanah basah).
Untuk mengatasi lengketnya tanah pada pisau maka dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah pisau dan mempercepat putaran pada rotor dan memperlambat gerakan maju. Makin cepat perputaran rotor akan lebih banyak daya yang digunakan, namun akan diperoleh hasil penggemburan yang lebih halus.
Rotari memiliki bagian-bagian yang sangat penting, yaitu : pisau, poros putar, rotor, penutup belakang (rear shield) dan roda dukung (land wheel). Pisau berfungsi untuk mencacah tanah pada waktu pengolahan tanah dengan bajak putar, pisau-pisau potong biasanya dipasang pada poros yang digerakkan horisontal yang bekerja dengan 300 putaran per menit. Rotor berfungsi sebagai tempat pemasangan pisau-pisau dari bajak putar. Rear shield berfungsi untuk membantu penghancuran tanah, adanya penutup belakang ini memungkinkan tanah lebih hancur karena tanah yang terlempar dari pisau terbentur pada penutup. Land wheel berfungsi untuk mengatur kedalaman pengolahan tanah.
Prinsip kerja dari rotary ini adalah : pisau-pisau dipasang pada rotor secara melingkar sehingga beban terhadap mesin merata dan dapat memotong tanah secara bertahap. Sewaktu rotor berputar dan alat bergerak maju maka pisau akan memotong tanah. Luas tanah yang terpotong dalam sekali pemotongan tergantung pada kedalaman dan kecepatan bergerak maju. Gerakan putaran rotor-rotor (pisau-pisau) diakibatkan daya dari rotor yang diteruskan melalui sistem penerusan daya khusus sampai ke rotor tersebut.
d.Bajak pahat (chisel plow)
           Dalam pengolahan tanah, bajak pahat berfungsi untuk merobek dan menembus tanah dengan menggunakan alat yang menyerupai pahat atau ujung sekop sempit yang disebut mata pahat atau chisel point. Mata pahat ini terletak pada ujung tangkai atau batang yang disebut bar.
            Adapun fungsi dari baja pahat adalah untuk memecahkan tanah yang keras dan kering, dan ini biasanya dilakukan sebelum pembajakan untuk tanah tertentu, digunakan untuk pengerjaan pada tanah bawah, dipergunakan pada tanah yang berjerami dan untuk menutup sisa-sisa perakaran yang berada dalam tanah dan juga berfungsi untuk memperbaiki infiltrasi air pada tanah sehingga dapat mengurangi erosi.
             Pada dasarnya bajak pahat ini dipakai untuk pembajakan dangkal maupun pembajakan dalam sampai kedalaman 45 cm atau lebih tergantung pada keperluan dan jenis mata pahatnya. Jenis dan lebar alat bervariasi tergantung dari keperluan dan sumber daya penariknya.

e.       Bajak tanah bawah (sub soil plow).

              Bajak tanah bawah berfungsi untuk merobek dan menembus lapisan tanah sub soil dengan menggunakan alat yang menyerupai pahat namun ukuran dan kedalamannya lebih besar.

Dari seluruh jenis banyak diatas, maka dapat digunakan pola bajak sebagai berikut :
1.      pola spiral
2.       pola tepi
3.       pola tengah
4.       dan pola alfa.

2.7. Elemen Dasar Traktor
Elemen-elemen dasar traktor adalah sebagai berikut :
Ø  Mesin sebagai sumber penggerak
Ø  Transmisi daya, biasanya berupa roda gigi, sabuk dan sproket, atau kombinasi keduanya
Ø  Alat penggerak, yaitu roda, roda rantai, dsb
Ø  Alat pengendali, yaitu berupa kemudi, kopling, kopling kemudi, rem, dsb
Ø  Alat yang bekerja, yaitu implemen atau trailer yang ditarik
Ø  Roda traktor bisa diberi pemberat untuk memperbesar traksi. Traktor juga diberi pemberat pada bagian depannya untuk menyeimbangkan traktor, terutama setelah dipasangkan implemen.

2.8. Defenisi Alat Penyemrot
Alat penyemprot atau sering disebut dengan sprayer adalah suatu alat yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan dengan efektif dan mendistribusikan secara seragam diatas permukaan atau ruangan untuk menccukupi kebutuha air tanaman atau untuk melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan pestisida.

            2.8.1. Jenis-jenis Alat Penyemprot
Alat penyemprot memiliki banyak jenis, jika kita lihat dari sumber tenaganya, alat ini dibagi atas :
Ø  Alat penyemprot tenaga tangan :
-          Atomizer
-          Alat penyemprot jenis udara bertekanan (compressed Air Sprayer)
-          Alat penyemprot jenis gendong Knapsack sprayer

Ø  Alat penyemprot bertenaga motor (power sprayer)
-          Alat penyemprot hidrolik (hidrolic sprayer)
-          Alat penyemprot blower (blower sprayer), biasanya digunakan pada areal perkebunan yang luas, dengan mesin ini hembusan udara bertekanan tinggi menyemprotkan bahan kimia dari mesin  ke pohon , dimana cairan kimia dirubah menjadi partikel halus oleh aliran udara yang kuat.

2.8.2. Jenis-Jenis Nozel dan Kegunaannya
1. Sentrifugal nozzle
Sebuah sprayer sentrifugal memiliki tangkai yang diputar mendefinisikan sumbu rotasi, dan baling-baling menempel pada poros dan berorientasi tegak lurus dengan sumbu rotasi. baling-baling itu meluas radial dari ujung tumit pada jarak radial dari sumbu rotasi ke ujung jari kaki pada radial lebih jauh dari sumbu rotasi. baling-baling ini memiliki wajah depan berlubang di sebuah arah putaran.

2.Two fluid nozzle
Jenis spray nozzle mungkin membutuhkan lebih banyak udara atomisasi dan penurunan tekanan udara yang tinggi atomisasi karena pencampuran dan atomisasi cairan terjadi di luar nozzle. Penurunan tekanan cair lebih rendah untuk jenis nozzle, kadang-kadang menarik cairan ke nozel karena hisap disebabkan oleh saluran udara atomisasi (nosel menyedot). Jika cair yang akan dikabutkan berisi padatan sebuah alat penyemprot campuran eksternal mungkin disukai. semprotan ini mungkin dibentuk untuk menghasilkan pola semprotan yang berbeda. Pola datar dibentuk dengan pelabuhan udara tambahan untuk meratakan atau membentuk kembali semprot melingkar debit penampang. Pengendalian nozel dua fluida.Banyak aplikasi menggunakan nozel dua fluida untuk mencapai ukuran drop dikendalikan kecil rentang operasi. nozel Masing-masing memiliki kurva kinerja, dan cairan dan tingkat aliran gas menentukan ukuran drop [4]. drop size berlebihan dapat mengakibatkan kegagalan peralatan bencana atau mungkin berdampak negatif pada proses atau produk. Misalnya, menara pendingin gas di sebuah pabrik semen sering memanfaatkan evaporative cooling yang disebabkan oleh air dikabutkan oleh nozel dua cairan ke gas sarat debu. Jika tetes tidak sepenuhnya menguap dan menyerang dinding pembuluh debu akan menumpuk, sehingga potensi untuk pembatasan aliran di saluran outlet, mengganggu operasi pabrik.

3.      Flooding nozzle
Cocok untuk digunakan dengan penyemprot yaditerapkan herbisida ng dan pupuk cair.Sebuah perkumpulan nosel termasuk plastik, satu bagian ujung banjir yang melekat langsung di atas konektor bayonet badan nozzle. Tubuh nosel adalah tipe diafragma untuk mengurangi berat badan, biaya dan kompleksitas tapi dimodifikasi untuk meningkatkan kapasitas aliran. Dalam satu perwujudan, sebuah bayonet 90 derajat disediakan pada tubuh nosel menara, dan pilihan bayonet lainnya juga tersedia di menara untuk pola semprotan fan datar. Dalam perwujudan kedua, pola radial bayonet konvensional meluasnya disediakan, dan ujung banjir itu sendiri dibuat dengan memutar 90 derajat. Sistem plumbing digunakan untuk aplikasi spray tingkat tinggi dengan ujung banjir sama dengan tarif yang lebih rendah penyemprotan menggunakan ujung yang berbeda terpasang pada konektor bayonet lain di menara






BAB III
ALAT dan BAHAN

3.1. Alat

Alat atau Perkakas (Inggris: tools) adalah benda yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan kita sehari-hari. Beberapa contoh alat adalah palu, tang, gergaji, dan cangkul dan juga traktor atau bajak.

            3.1.1. Bajak Singkal
Gambar 3. Bajak singkal

Bajak singkal digunakan untuk pengolahan tanah pertama , yaitu memotong dan memblikkan tanah serta vegetasi yang ada pada permukaan tanah yang akan diolah. Berdasarkan arah jatuh tanah yang terpotong bajak singkal ada dua macam yaitu bjak singkal yang dapat membalikkan tanah ke satu arah, umumnya arah jatuh pemotongan tanah kesebelah kanan dan bajak singkal yang dapat membalikkan tanah dua arah yaitu kekiri atau kekanan.
            3.1.2. Bajak Rotari

Gambar 4. Bajak Rotary
Bajak rotary digunakan untuk pengolahan tanah pertama dan dapat juga digunakan untuk pengolahan tanah kedua, dengan hasil olahan tanah halus dan rata. Bajak rotary terdiri dari beberapa pisau (16-24) pisau yang menempel pada sumbu rotary dan berputar selama kegiatan pengolahan tanah. Perputaran pisau rotary yang dipasang pada traktor tangan penyaluran tenaganya dengan system rantai penyalur tenaga sedangkan yang terpasang pada traktor roda empat diambil langsung  dari putaran poros mesin melalui PTO. Posisi putaran pisau rotary dapat dirubah sesuai dengan hasil pengolahan tanah yang dikehendaki.





3.1.3. Stopwatch
Gambar 5. Stopwatch
            Stopwatch digunakan untuk menghitung kecepatan traktor untuk mengolah tanah dengan panjang lahan yang telah ditentukan dilapangan. Atau untuk mengetahui berapa kecepatan traktor dalam mengolah tanah pada luas lahan tertentu.

            3.1.4. Meteran

Gambar 6. Meteran
            Manfaat dari meteran ini adalah untuk mengukur panjang, baik itu panjang lahan, lebar lahan, ataupun luas lahan, meteran juga berguna dalam pembuatan bedengan, karena untuk mengukur panjang dan lebar bedengan serta lebar parit jarak antara bedengan.

            3.1.5. Gelas Ukur
Gambar 7. Gelas Ukur

            Untuk mengukur berapa banyak bahan bakar yang digunakan untuk mengolah lahan dengan luas tertentu, cara mengukurnya adalah petama tama sebelum mengolah lahan bahan bakar pada traktor diukur dulu kedalamannya menggunakan kayu, setelah itu traktor dipakai untuk mengolah lahan, setelah pekerjaan pengolahan lahan selesai, bahan bakar pasti berkurang, untuk itu ketika akan mengisi bahan bakar traktor seperti semula, solar harus di ukur menggunakan gelas ukur, dengan demikian dapat diketahui berapa banyak bahan bakar yang habis terpakai untuk mengolah lahan tadi.

            3.1.6. Cangkul
Gambar 8. Cangkul

Cangkul adalah satu jenis alat tradisional yang digunakan dalam pertanian. Cangkul digunakan untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput ataupun untuk meratakan tanah. Cangkul masih digunakan hingga kini. Pekerjaan yang lebih berat biasanya menggunakan bajak. Sebelum pengolahan lahan dilakukan, gulma-gulma harus dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan cangkul, selain untuk membersihkan lahan dari gulma, cangkul juga digunakan untuk membuat bedengan.

           
3.1.7. Patok
Gambar 9. Patok
Patok Adalah suatu benda yang biasa didapat dari kayu kayu yang sudah kering yang penting masih kuat. Patok itu sendiri digunakan untuk memberi tanda untuk lahan yang telah diukur, hal ini bertujuan agar dalam mengolah lahan tidak berbelok-belok, begitu juga dalam membuat bedengan, bedengan akan terlihat lurus dan rapi setelah menggunakan patok tersebut

3.1.8. Lahan
Gambar 10. Lahan UPT Faperta UR

Tanah / lahan merupakan suatu sistem yang dinamis, tersusun dari empat bahan utama yaitu bahan mineral, bahan organik, air dan udara. Bahan-bahan penyusun tanah tersebut berbeda komposisinya untuk setiap jenis tanah, kadar air dan perlakuan terhadap tanah. Sebagai suatu sistem yang dinamis, tanah dapat berubah keadaannya dari waktu ke waktu, sesuai sifat-sifatnya yang meliputi sifat fisik, kimia, dan sifat mekanis, serta keadaan lingkungan yang keseluruhannya menentukan produktifitas tanah. Pada tanah pertanian, sifat mekanis tanah yang terpenting adalah reaksi tanah terhadap gaya-gaya yang bekerja pada tanah, dimana salah satu bentuknya yang dapat diamati adalah perubahan tingkat kepadatan tanah.
Dalam praktikum mekanisasi pada kali ini menggunakan lahan seluas 4x20 m untuk setiap kelompok, dimana lahan tersebut dibagi lagi dengan jumlah anggota kelompok.

3.2. Bahan
            Bahan yang digunakan dalam praktikum mekanisasi pada kali ini adalah varietas jagung.


BAB IV
PROSEDUR KERJA

4.1.Prosedur Umum

            Mula-mula lahan yang akan diolah diukur terlebuh dahulu menggunakan meteran, setelah itu lahan dibersihkan menggunakan cangkul dan tanaahnya diratakan agar didalam mengolah lahan traktor tidak terbalik, setelah siap, lahan diolah menggunakan hand traktor ataupun mini traktor yang dipasang dengan bajak singkal untuk pengolahan lahan pertama, setelah tanah dibalikkan menggunakan bajak singkal, lahan di gemburkan lagi menggunakan bajak rotary, setelah penggemburan selesai lahan siap untuk dibuat bedengan, pembuatan bedengan dimulai dengan mengukur terlebih dahulu lalu ukuran tersebut diberi patok untuk menandai ukuran agar bedengan rapi, setelah bedengan selesai dilanjutkan dengan pemberian pupuk kandang masing-masing bedengan diberi pupuk kandang sebanyak 6-10 karung, setelah selesai bedengan dibiarkan Selama 1 minggu agar pupuk kandang tidak terlalu panas yang mana jika pupuk kandang tersebut panas maka dapat berdampak bagi tanaman, kemudian lakukan penanaman komoditi, kemudian lakukan perawatan.

4.1.1.      Cara Menghidupkan Traktor Roda 2
Pertama-tama periksalah engine dan semua bagian traktor sehingga yakin dalam kondisi baik, kemudian aturlah gas sehingga pada saat setelah dihidupkan gas tidak terlalu rendah, lalu gunakan lah engkol untuk meghidupkan, tarik tuas kopling lalu putar engkol, setelah putaran engkol maksimal, lepaskan tuas kopling, setelah mesin menyala peganglah stang kemudi dengan sedikit menekannya sampai batas pinggang agar diperoleh keseimbangan.



4.1.2.      Cara Menghidupkan Traktor Roda 4
            Perikasa mesin terutama bahan bakar, pelumas dan air radiator, sehingga yakin dalam kondisi siap dioperasikan, naiklah dari sebelah kiri traktor. Duduklah pada jok, dan kondisikan tuas perseneling dalam posisi netral, rangkaikan pedal rem kiri dan kanan menjadi satu. Ttekan pemijar panas beberapa saat, baru mesin dihidupkan dengan menggunakan starter. Hidupkan traktor untuk pemanasan mesin.

4.1.3.      Cara Mematikan Traktor Roda 2

Berikut ini adalah cara mematikan traktor roda dua :
a.         Lepaskan beban motor.
b.        Kecilkan gas pada posisi “idle” atau stasioner, sehingga putaran mesin akan pelan, selama 2-3 menit.
c.         Geser tuas gas pada posisi “stop”, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.
d.        Tutup kran bahan bakar

4.1.4.      Cara Mematikan Traktor Roda 4

Berikut ini adalah cara mematikan traktor roda empat :
a.         Lepaskan beban motor.
b.        Kecilkan gas pada posisi “idle” atau stasioner, sehingga putaran mesin akan    pelan, selama 1 menit.
c.         Netralkan seluruh bagian pengendali, tuas hidrolik pada posisi turun.
d.        Geser tuas gas pada posisi “stop”, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.
e.         Setelah motor mati, putar kunci kontak ke posisi “OFF”, lalu cabut.
f.         Pasang pengunci rem sebelum meningalkan traktor

            4.1.5. Cara Mengoprasikan Traktor Roda  2
1.        Memulai menjalankan traktor tangan
a.                  Posisi gas digeser sedikit lebih besar dari posisi idle.
b.                  Gigi persneleng dipindah ke posisi jalan (1,2,3 atau R). Untuk menarik implemen, jangan menggunakan gigi tinggi, agar operator tidak perlu lari
c.                  Untuk menarik trailer, posisi stang kemudi diturunkan, agar tidak terjadi hentakan ke bawah pada saat traktor mulai jalan.
d.                 Tuas kopling utama dilepas dengan tangan kiri pelan-pelan agar traktor tidak meloncat pada saat mulai jalan.
e.                  Khusus untuk traktor yang menarik trailer, setelah traktor mulai jalan, stang kemudi bisa diangkat lagi

2.        Menjalankan lurus ke depan
a.                  Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor tangan”
b.                  Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada padastang kemudi.
c.                  Mata memandang ke depan.
d.                 Gas diperbesar dengan ibu jari kanan sesuai keinginan.
e.                  Jangan membelokkan stang kemudi
f.                   Jangan memindah posisi gigi persneleng

3.        Menghentikan traktor/parker
a.                  Gas dikecilkan pada posisi idle.
b.                  Tuas kopling utama ditarik pada posisi “OFF”. Lalu ditarik kembali pada posisi rem.
c.                  Persneleng dinetralkan.
d.                 Gas dikecilkan

4.        Mengganti gigi persneleng
a.                  Lakukan langkah menghentikan traktor
b.                  Posisi kopling utama “OFF”.
c.                  Pindahkan posisi gigi persneleng.
d.                 Mulai menjalankan traktor lagi.

5.        Membelokkan traktor pada jalan datar
a.                  Gas dikecilkan sebelum traktor dibelokkan.
b.                  Tekan kopling kemudi kiri kalau mau belok ke kiri. Tekan kopling kemudi kanan kalau mau belok ke kanan.
c.                  Kalau perlu tangan membantu menggeser stang kemudi.
d.                 Pada saat mulai membelok jangan terlalu ke tepi, karena untuk haluan trailer.
4.1.6. Cara Menngoprasikan Traktor 4 Roda

            1.        Memulai menjalankan traktor roda empat
a.                  Lakukan langkah menghidupkan traktor
b.                  Posisi gas digeser sedikit lebih besar dari posisi idle.
c.                  Tuas rem parkir dilepas
d.                 Pedal kopling diinjak penuh
e.                  Tuas persneleng cepat lambat dibindah ke posisi “cepat” atau “lambat”
f.                   Tuas persneleng utama dipindah ke posisi jalan (1,2,3 atau R).
g.                  Pedal kopling utama dilepas pelan-pelan agar traktor tidak meloncat pada saat mulai jalan.

2.        Menjalankan lurus ke depan
a.                  Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor roda empat”
b.                  Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada pada kemudi. Posisi ibu jari keluar.
c.                  Mata memandang ke depan.
d.                 Gas diperbesar untuk mempercepat jalannya traktor sesuai keinginan.
e.                  Kedua kaki dipindah ke landasan, jangan di pedal gas, kopling atau rem.
f.                   Jangan membelokkan stang kemudi
g.                  Jangan memindah posisi gigi persneleng

3.        Menghentikan traktor
a.                   Gas dikecilkan pada posisi idle untuk mengurangi kecepatan
b.                  Injak pedal kopling sehingga posisi transmisi terlepas
c.                   Injak pedal rem, traktror akan berhenti.
d.                  Persneleng utama dan persneleng cepat lambat dinetralkan.

4.           Menjalankan lurus ke belakang.
a.                   Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor roda empat”
b.                  Badan diputar ke kiri atau ke kanan sedikit untuk melihat ke belakang.
c.                   Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada pada kemudi.
d.                  Mata memandang ke belakang.
e.                   Gas diperbesar untuk mempercepat jalannya traktor sesuai keinginan.
f.                   Jangan membelokkan stang kemudi
g.                  Jangan memindah posisi gigi persneleng

5.        Mengganti gigi persneleng
a.                   Lakukan langkah menghentikan traktor
b.                  Pindahkan posisi gigi persneleng sesuai kecepatan yang diinginkan.
c.                   Mulai menjalankan traktor lagi.

6.        Membelokkan traktor di jalan
a.                   Gas dikecilkan sebelum traktor dibelokkan.
b.                  Biarkan setengah badan traktor melewati belokan
c.                   Putar stir kemudi ke kanan atau ke kiri
d.                  Pada saat mulai membelok jangan terlalu ke tepi, karena untuk haluan.

7.        Melewati tanjakkan
a.                   Gigi persneleng dipindah ke posisi rendah sebelum melewati tanjakkan.
b.                  Jalankan traktor, lalu gas diperbesar secara pelan-pelan, untuk mencegah roda depan terangkat
c.                   Tidak boleh memindah gigi persneleng pada saat menanjak

4.2. Proses Bajak singkal traktor 2 roda
Berikut ini adalah proses bajak singkal traktor roda dua :
Ø  Untuk langkah pertama pasang bajak singkal pada trakor roda dua.
Ø  Hidupkan mesin traktor.
Ø  Pada saat akan melakukan pengolahan traktor harus ditekan secara perlahan dan kuat supaya hasil bajakan maksimal.

4.2.1.      Proses Bajak Rotary Traktor Roda 2

            Berbeda dengan bajak singkal, bajak rotary memerlukan motor pemggerak langsung dari engine traktor, mula-mula alat bajak rotary dipasangkan pada bagian belakang traktor tidak lupa menyambungkan motor penggerak bajak dengan engine traktor, lalu menyambungkan badan traktor dengan alat bajak rotary, bajak ini berputar sesuai kecepatan engine, semakin cepat traktor, maka pergerakan bajak rotary juga semakin cepat, dan struktur tanah semakin bagus. Untuk mengunaka Rotary, maka PTO harus di arahkan kearah high (untuk kecepatan tinggi) dan low (untuk kecepatan rendah).



4.3. Proses Bajak singkal Traktor 4 Roda

Bajak singkal berfungsi mengubah struktur tanah dengan cara ditarik , bajak akan memotong , membalik dan memecah tanahsekaligus menutup gulma dan akan menjadikan kompos didalam tanah.bahagian yang paling penting dari bajak singkal adalah share,singkal dan land side, bagian share memotong tanah, kemudian meneruskan kebagian singkal. Kemudian singkal mengangkut , membalikkan serta memecah tanah. Landside bersentuhan dengan dinding alur yang menahan tekanan dari samping, share adalah untuk memotong tanah dan gulma pada saat singkal bekerja membalikkan tanah bajak bergerak maju tanah terpotong oleh pisau (share) potongan alur (furrow sslice) akan mengarah kesisi singkal (landside) bagian atas singkal dank arena kelengkungannya  maka potongan tanah akan terbalik dan pecah.

Langkah-langkahnya adalah :
Ø  langkah pertama ialah mengecek traktor baik dari segi mesin atau pun kelayakan, isi minyak apabila sudah habis, periksa ban dan lain2
Ø  nyalakan mesin traktor 4 roda, perhatikan apabila mw jalan di aspal angkat tuas hidrolik supaya bajak tidak terkena tanah
Ø  setelah traktor sampai di lading yang akan mw di olah turunkan kembali tuas hidrolk agar bajak singkal turun
Ø  pengolahan tanah siap dilakukan.

4.4. Proses Pembuatan Bedengan

Ø  Dalam proses pembuatan bedengan ini langkah pertama yang harus dilakukan adalah pengukuran tanah yang akan dibuat bedengan.
Ø  Kemudian tanah di cangkul sedikit demi sedikit untuk membuang gulma
Ø  Melakukan olah tanah dengan menggunakan traktor 2 roda dan traktor 4 roda
Ø  Mematok  tali raffia agar bedengan yang dibuat menjadi lurus
Ø  Setelah 3 minggu bedengen diberikan pupuk kandang kemudian diratakan dengan menggunakan cangkul.
Ø  Bedengan siap digunakan untuk budidaya tanaman jagung.

4.5. Penanaman Jagung

Penanaman jagung dimulai setelah satu minggu proses pemupukan dilakukan,  dengan cara lahan dengan lebar 4 meter dibagi menjadi 10 cm untuk jarak antar kelompok, kemudian dari jarak 10 cm ditarik jarak sepanjang 75 cm hingga batas 10 cm sebelum kelompok lain. Sehingga setiap kelompok mendapat 5 barisan. Kemudian panjang bedengan yang berukuran 20 meter dibagi dengan jumlah anggota kelompok, kemudian setiap orang mendapat jarak tanam sebanyak 20 cm antar tanaman.
Setelah jarak tanam didapat, kemudian lahan ditanami dengan benih jagung dengan cara ditugal, setelah benih ditanam,dilakukan penyiraman pada benih. Dan lakukan pemeliharaan setiap hari.


BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1. Data HasilPengamatan
No
Pengamatan
Hand Traktor
Mini Traktor
Singkal
Rotary
Singkal
1
LebarBajakan
0.33 m
0.9 m
0.2 m















2
Kecepatan
0.04 m/s
0.24 m/s
0.27 m/s















3
KLT
0.04 m2/s
0.08 m2/s

4
LuasLahan
25 m2
200 m2
131.75 m2
5
WaktuKerja
0.16 jam
0.22 jam

6
KLE
0.02 ha/jam
0.09 ha/jam

7
BahanBakarTerpakai
80 lt/ha
40 lt/ha

8
5 putaranRodaFraksi



-saatpengolahan
4 m
11.90
9.4
-TanpaBeban
12.20 m
11.70
10.5
9
SI
70     %
   -2 %


5.1. Traktor 2 Roda
a.       BajakSingkal
5.1.1. KapasitasLapanganTeoritis (KLT)
Untuk mencari Kapasitas Lapangan Teoritis (KLT) digunakan persamaan berikut:
KLT = 0.36 (V x LP)
Keterangan:
KLT       : KapasitasLapanganTeoritis (ha/jam)
V           : Kecepatan rata-rata (m/detik)
LP          : LebarBajakan (m)

Berdasarkanhasilpengamatandidapatiperhitungan KLT sebagaiberikut:
KLT       = 0.36 (V x LP)
              = 0.36 (0.35 m/s x 0.33 m)
              = 0.04 m2/s

5.1.2.Kapasitas Lapangan Efektif (KLE)
            Dalam menentukan KLE digunakan persamaan di bawah ini:
KLE =
Keterangan:
KLE      : KapasitasLapanganEfektif (KLE)
L            : Luaslahanpengolahantanah (m)
WK        : WaktuKerja (jam)



Berikut perhitungan KLE berdasarkan pada data yang telah diperoleh :
KLE =
              =
              = 156.25 m2/ jam
              = 0.015625 ha/jam
              = 0.02 ha/jam

5.1.3. Efisiensi Lapangan Teoritis (%)
Efisiensi lapangan dapat dicari dengan persamaan :
Eff         =
Berdasarkantabel, maka:
Eff         =
              = 50  %

5.1.4. Bahan Bakar Terpakai  (lt/ha)
Persamaan yang dapat digunakan untuk mencari bahan bakar terpakai adalah sebagai berikut:
Keterangan:
BBT       = BahanBakarTerpakai (lt/ha)
BB         = bahanbakar yang digunakanuntukmengolahlahan (lt)
L            = luaslahan (ha)
Berdasarkan data yang diperoleh, maka di dapati bahan bakar yang terpakai adalah sebagai berikut:
              =
              = 80lt/ha

5.1.5. Slip RodaTraksi (%)
Untuk menghitung slip roda traksi digunakan persamaan berikut :

Keterangan:
SI           : Slip rodatraksi
Sb          : jaraktempuhtraktorsaatpengolahantanahdalamlimaputaranrodatraksi (m)
So          : jarak tempuh traktor tanpa beban (tanpa mengolah tanah) dalam lima putaran roda traksi (m).

Perhitunganmatematisnyasebagaiberikut:
     =
     = 0.7x 100%
     = 70  %

b.      Bajak Rotary
5.1.1.KapasitasLapanganTeoritis (KLT)
Untuk mencari Kapasitas Lapangan Teoritis (KLT) digunakan persamaan berikut:
KLT = 0.36 (V x LP)

Keterangan:
KLT       : KapasitasLapanganTeoritis (ha/jam)
V           : Kecepatan rata-rata (m/detik)
LP          : LebarBajakan (m)
Berdasarkan hasil pengamatan didapati perhitungan KLT sebagai berikut:
KLT       = 0.36 (V x LP)
              = 0.36 (0.24 m/s x 0.9 m)
              = 0.08 m2/s
         
5.1.2. Kapasitas Lapangan Efektif (KLE)
Dalam menentukan KLE digunakan persamaan di bawah ini:
                          KLE =
Keterangan:
KLE                  : KapasitasLapanganEfektif (KLE)
L                        : Luaslahanpengolahantanah (m)
WK        : WaktuKerja (jam)

Berikut perhitungan KLE berdasarkan pada data yang telah diperoleh:
                          KLE =
                          =
                          = 869.56 m2/ jam
                          = 0.086956 ha/jam
                          = 0.09 ha/jam

5.1.3. Efisiensi Lapangan (%)
Efisiensilapangandapatdicaridenganpersamaan:
Eff         =

Berdasarkantabel, maka:

Eff                     =
                          = 112.5  %

5.1.4. Bahan Bakar Terpakai  (lt/ha)
            Persamaan yang  dapat digunakan untuk mencari bahan bakar terpakai adalah sebagai berikut:
Keterangan:
BBT       = BahanBakarTerpakai (lt/ha)
BB         = bahanbakar yang digunakanuntukmengolahlahan (lt)
L            = luaslahan (ha)
Berdasarkan data yang diperoleh, maka di dapatibahanbakar yang terpakaiadalahsebagaiberikut:
                          =
              = 40lt/ha

5.1.5. Slip RodaTraksi (%)
Untuk menghitung slip rodatraksi digunakan persamaan berikut:
Keterangan:
SI      : Slip roda traksi
Sb     : jarak tempuh traktor saat pengolahan tanah dalam lima putaran roda traksi (m)
So     : jarak tempuh traktor tanpa beban (tanpa mengolah tanah) dalam lima putaran  roda traksi (m)
Perhitungan matematisnya sebagai berikut:
              =
              = - 0.02x 100%
              =- 2 %

5.2.Traktor 4 Roda
5.2.1. KapasitasLapanganTeoritis (KLT)
Untuk mencari Kapasitas Lapangan Teoritis (KLT) digunakan persamaan berikut:
KLT = 0.36 (V x LP)
Keterangan:
KLT         : KapasitasLapanganTeoritis (ha/jam)
V              : Kecepatan rata-rata (m/detik)
LP            : LebarBajakan (m)
Berdasarkan hasil pengamatan didapati perhitungan KLT sebagai berikut:
KLT       = 0.36 (V x LP)
              = 0.36 (0.27 m/s x 0.2 m)
              = 0.02 m2/s
c
5.2.2. Kapasitas Lapangan Efektif (KLE)
Dalam menentukan KLE digunakan persamaan di bawah ini:
KLE =

Keterangan:

KLE      : KapasitasLapanganEfektif (KLE)
L            : Luaslahanpengolahantanah (m)
WK        : WaktuKerja (jam)
Berikut perhitungan KLE berdasarkan pada data yang telah di peroleh :
KLE =
              =
            = 357.14 m2/ jam
            = 0.035714 ha/jam
            = 0.04

5.2.3. EfisiensiLapangan (%)
Efisiensilapangandapatdicaridenganpersamaan:
Eff    =
Berdasarkantabel, maka:
Eff    =  x 100 %
          = 200 %

5.2.4. BahanBakarTerpakai (lt/ha)
Persamaan yang dapat digunakan untuk mencari bahan bakar terpakai adalah sebagai berikut:
Keterangan:
BBT    = BahanBakarTerpakai (lt/ha)
BB       = bahan bakar yang digunakan untuk mengolah lahan (lt)
L          = luaslahan (ha)
                          Berdasarkan data yang diperoleh, maka di dapati bahan bakar yang terpakai adalah sebagai berikut:
          =
          = 25lt/ha

5.2.5. Slip RodaTraksi (%)
Untuk menghitung slip roda traksi digunakan persamaan berikut:
Keterangan:
SI      : Slip rodatraksi
Sb     : jarak tempuh traktor saat pengolahan tanah dalam lima putaran roda traksi (m)
So     : jarak tempuh traktor tanpa beban (tanpa mengolah tanah) dalam lima putaran roda traksi (m)
Perhitungan matematisnya sebagai berikut:
     =
= - 10 %

5.3. Penanaman Komoditi jagung
            Penanaman jagung yang dilakukan pada lahan UPT fakultas pertanian universitas riau, pada awalnya tumbuh semua, namun ada beberapa masalah yang menyebabkan kerusakan pada tanaman jagung, yaitu ayam yang memakan benih jagung, terjadinya kerusakan akibat orang lewat dan terjadinya pencurian pada tanaman jagung tersebut.
5.4.Pembahasan
                 Pada hand traktor yang menggunakan bajak singkal, kapasitas lapangan Teoritis diperoleh hasil 0.03,  kapasitas lapang efektif sebesar 156.25 ini diperoleh dari perlakuan data waktu kerja keseluruhan dari mulai kerja sampai hingga selesai dan luas hasil pengolahannya. Hasil efisiensi lapang nya diperoleh 520833.33.dan bahan bakar yang terpakai atau habis terpakai untuk mengolah tanah adalah sebesar  0.008 L, dan slip roda adalah sebesar -67.  Pada hand traktor bajak rotary diperoleh hasil KLT sebesar 0.01, dan KLE 952.38, efisiensi lapangan sebesar 9523800, bahan bakar yang terpakai 0.004 dan slip roda sebesar 1.70.
                 Sedangkan pada mini traktor kapasitas lapa ngan teoritis diperoleh hasil 0.01, dan kapsitas lapang teoritis sebesar 357.14, dan efisiensi lapangan 3571400, dan bahan bakar yang terpakai 0.0025 ini lebih besar atau lebih banyak menghabiskan bahan bakar dibandingkan pada bajak singkal dan bajak rotary, pengkuran bahan bakar dilakukan bersamaan dengan kegiatan pengkuran kapasitas lapang efektif sebelum melakukan pengolahan tanah tangki bahan bakar diisi penuh, dan setelah pengolahan tanah ini kembali tangki bahan dengan menggunakan gelas ukur hingga penuh.dengan itu maka bahan bakar yang terpakai akan diketahui. Hasil penghitungan slip roda didapat adalah -10.47, cara pengambilan data ini adalah pada saat traktor sudah berjalan dan tanda pada roda tepat dibawah,kemudian kita hitung jarak putaran roda traksi sebanyak 5 kali.
             Jagung yang ditanam tumbuh semua, namun ada beberapa masalah yang menyebabkan kerusakan pada tanaman jagung, yaitu ayam yang memakan benih jagung, terjadinya kerusakan akibat orang lewat dan terjadinya pencurian pada tanaman jagung tersebut.


BAB VI
PENUTUP
6.1. Kesimpulan
            Mekanisasi adalah ilmu yang dengan prakteknya mengajarkan kepada mahasiswa untuk dapat menggunakan alat dan mesin pertanian, sehingga mahasiswa paham dengan mekanisasi pertanian.
            Mesin-mesin pertanian digunakan untuk membuat pekerjaan yang sulit menjadi mudah serta tidak membosankan. Kemudian meningkatkan efisiensi serta meningkatkan produksi yang dipacu oleh pekerjaan yang cepat.
6.2. Saran
            Hendaknya sebelum melakukan praktek dengan mesin traktor, mesin traktor diperiksa dahulu, serta lengkapi alat sefti lainnya, agar tidak terjadi hal-hal yang fatal.


Daftar Pustaka
Irwanto, A. Kohar, Ir. 1980. Alat dan Mesin Budidaya Pertanian. Institut Pertanian Bogor. LTAS Mekanisasi dan Teknologi Hasil Pertanian. Departemen Mekanisasi Pertanian. Bogor.
Mulyoto H. dkk, 1996. Mesin-mesin Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.
Nawawi Gunawan, Ir., MS. 2001. Pengenalan Alat Dan Mesin  Pertanian. Departemen Pendidikan Nasional Proyek Pengembangan Sistem Dan Standar Pengelolaan Smk. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Jakarta
Nurdi Ibnu W. dan Darmadi, 1998. Pengolahan Tanah Pertama. PPPG. Pertanian. Cianjur.
Wijato,dkk. 2002.  Mesin-mesin pertanian. Bumi Aksara. Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/traktor diakses pada 5 mei 2012



2 komentar: