Labels

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 08 Mei 2012

vertikultur selada


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang
Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang berumur semusim dan termasuk dalam famili compositae. Selada tumbuh baik di dataran tinggi, pertumbuhan optimal di lahan subur. yang banyak mengandung humus, pasir atau lumpur dengan pH tanah 5-6,5. Di dataran rendah kropnya kecil-kecil dan cepat berbunga. Waktu tanam terbaik pada akhir musim hujan, walaupun demikian dapat juga ditanam pada musim kemarau dengan pengairan atau penyiraman yang cukup.
Menurut jenisnya, selada ada yang dapat membuat krop dan ada yang tidak. Jenis yang tidak membentuk krop daun-daunnya berbentuk ”rosete”. Warna daun hijau terang sampai putih kekuningan. Selada jarang dibuat sayur, biasanya hanya dibuat salad dan lalapan       
Tujuan dari sistem ini tentu saja menghemat ruang dengan kemudahan beberapa variasi tanaman.
Pengembangannya dapat dilakukan di lahan pekarangan rumah, dan tidak memerlukan tempat yang relatif luas. Sistem ini sangat cocok dikembangkan diwilayah perkotaan yang rata-rata penduduknya hanya memiliki luasan sisa lahan perumahan yang sempit. Asal syarat utama dari kehidupan tanaman adalah sinar matahari tercukupi, hal tersebut bukan menjadikan halangan untuk mencoba…satu hal lagi yang penting, sistem penanaman vertikultur ini sangat fleksibel penempatannya, selain mudah dan relatif murah (dibandingkan sistem tanam konvensional pada tanah) juga dianggap ramah lingkungan.

1.2.Tujuan Penulisan

1.      Sebagai laporan praktikum system perbanyakan tanaman hortikultura
2.      Untuk menambah wawasan tentang menanam selada dengan cara vertikultur.


BAB II
STUDI PUSTAKA
Jenis Tanaman Yang Dapat Dibudidayakan Secara Vertikultur
Pada sistem budidaya vertikultur tidak semua jenis tanaman dapat dibudidayakan, namun terbatas pada tanaman yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan media tanam.
Tanaman yang sesuai dibudidayakan dengan cara vertikultur adalah jenis tanaman sayur-sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat-obatan yang memiliki perakaran yang dangkal dan memiliki berat yang relatif ringan sehingga tidak akan terlalu membebani media tanam vertikultur pada pertumbuhan tanaman tersebut (Nitisapto dan Asmara, 1993)
Sebagai salah satu contoh tanaman sayuran yang dapat dibudidayakan secara vertikultur adalah tanaman selada (Lactuca sativa var.  Crispo) yang merupakan jenis sayuran daun.Tanaman selada memiliki karakteristik yang menunjang penanamannya dalam teknik vertikultur.  Tanaman selada memiliki sistem perakaran akar tunggang dan cabang-cabang akar yang menyebar ke semua arah tanaman pada kedalaman yang dangkal.  Batang tanaman selada berukuran pendek berbuku-buku tempat kedudukan daun sehingga beratnya juga tidak akan terlalu membebani media tanam(Eulis umu safira,2011).
Selada belum banyak membudaya pengembangannya, tetapi prospek ekonominya cukup cerah.  Permintaan komoditas selada terus meningkat, diantaranya dari pasar swalayan, restauran-restauran besar, ataupun hotel-hotel berbintang lima.  Selada berpotensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena disamping kondisi iklimnya cocok untuk tanaman selada, juga memberikan keuntungan yang memadai bagi pembudidayanya.  Seperti halnya sayuran daun lainnya selada umum dimakan mentah sebagai lalapan dan dibuat salad atau disajikan dalam berbagai masakan Eropa maupun Cina.  Selain sebagai bahan sayuran yang cita rasanya khas, selada mengandung gizi cukup tinggi, terutama sumber mineral.
Komposisi Gizi  Selada :
  • Kalori  15,00 kal
  • Protein 1,20 gr
  • Lemak 0,20 gr
  • Karbohidrat     2,90 gr
  • Kalsium           22,00 mg
  • Fosfor  25,00 mg
  • Zat Besi (Fe)   0,50 mg
  • Vitamin A       540,00 S.I
  • Vitamin B1     0,04 mg
  • Vitamin C       8,00 mg
  • Air       94,80 gr
Mengkonsumsi selada dan berfungsi ganda, yakni sebagai bahan pangan bergizi dan berguna untuk mendinginkan perut.  Hippocrates termasuk salah seorang yang menganjurkan selada sebagai makanan pemeliharaan kesehatan tubuh manusia.
  








BAB III
BAHAN DAN METODA

Pembuatan Instalasi Vertikultur
              Membuat instalasi vertikultur hidroponik  untuk ukuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan bahan yang tersedia, alat dan bahan yang diperlukan diantaranya:
§ Pipa PVC ukuran 4 inci
  Gergaji Besi
  Pipa PVC ukuran ¾ inci
§ Ploksock 4 inci
  Letter L 4 inci
  Pompa air 125 W
  Letter T 4 inci
  Unit timer 10 menit
  Letter L ¾ inci
  Bibit tanaman
  Letter T ¾ inci           
  Meteran
  Water moor 1 inci
  Kasa parabola
  Stop keran
  Arang sekam
  Nozzle
  Water moor ¾  inci
  Lem paralon
  Ploksock 1 inci ke ½ inci

              Pertama-tama buatlah potongan pipa PVC berukuran 4 inci sesuai dengan kebutuhan sebanyak beberapa buah. Potongan pipa PVC peruntukan media tanam tiang vertikal dibuatkan lubang-lubang diameter ¾ inci dengan jarak vertikal 12 cm setiap lingkaran 4 lubang untuk cincin dari pipa PVC diameter  ¾ inci untuk menyimpan tanaman. Kemudian sambungkan pada setiap Letter-L dan T sehingga membentuk bejana berhubungan.Lakukan pada mulut Letter-T yang menghadap ke atas untuk disambungkan dengan pipa PVC vertikal sebagai media tanam.Buat saluran pemasukan dari bawah menggunakan pipa PVC yang dihubungkan dengan unit pompa air listrik.

Persiapan Bibit
Bibit yang digunakan adalah bibit jenis tanaman yang memiliki perakaran yang dangkal dan memiliki berat yang relatif ringan yang telah cukup umur setelah semai dengan ukuran dan tinggi yang seragam.

Penanaman
Penanaman dilakukan serempak untuk mendapat pertumbuhan tanaman yang seragam. Penanaman pada teknik vertikultur disesuaikan dengan lubang tanam yang telah dibuat.  Benih yang telah diseleksi diambil dan dimasukan pada lubang bangunan vertikultur yang telah disiapkan berukuran ½ inci.

Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman dimulai dengan dilakukannya penyulaman bibit yang tumbuhnya terlambat atau mati. Penyulaman dilakukan pada umur 5 hari setelah tanam sampai 7 hari setelah tanam.  Penyulaman ini dilakukan agar mendapatkan keseragaman tumbuh tanaman.
Pemeliharaan selanjutnya yaitu pemupukan dan penyiraman  dengan foliar application (pupuk dilarutkan dalam air dan disuntikkan ke dalam media tumbuh tanaman) menggunakan nutrisi tanaman dengan dosis 1 kg nutrisi per 200 litter larutan.  Pemberian nutrisi dilakukan setiap hari minimal 12 jam per hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman setiap harinya.
Dilanjutkan dengan pengendalian hama dan  penyakit sebagai langkah untuk melindungi keberlangsungan pertumbuhan tanaman.  Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan membuang hama atau tanaman yang terkena penyakit.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgywGzQHUK6Pq1ytrV3taLQzCMFLeK9KxZHMH_CEOLFaBKWwMrhh-Q8pt8fWSgdw7vNIYStO1aMpfpmhC_yl6P9UXJZ0HGsiFxEs6TtdTD3N0cr6TVqyQ3tSai7-9_QRpg2vq4cv-nz-kqh/s320/100_5744.jpg
2.1.Selada
Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang berumur semusim dan termasuk dalam famili compositae. Selada tumbuh baik di dataran tinggi, pertumbuhan optimal di lahan subur yang banyak mengandung humus, pasir atau lumpur dengan pH tanah 5-6,5. Di dataran rendah kropnya kecil-kecil dan cepat berbunga. Waktu tanam terbaik pada akhir musim hujan, walaupun demikian dapat juga ditanam pada musim kemarau dengan pengairan atau penyiraman yang cukup.
Menurut jenisnya, selada ada yang dapat membuat krop dan ada yang tidak. Jenis yang tidak membentuk krop daun-daunnya berbentuk ”rosete”. Warna daun hijau terang sampai putih kekuningan. Selada jarang dibuat sayur, biasanya hanya dibuat salad dan lalapan

2.1.1.      Budidaya selada konvensional
Benih Selada
Jenis selada yang banyak dibudidayakan adalah :
  1. Selada mentega disebut juga dengan selada bokor atau selada daun, bentuk kropnya bulat tapi lepas.
  2. Selada (heading lettuce) atau selada krop, bentuk krop bulat dan lonjong, kropnya padat atau kompak.
  3. Kebutuhan benih + 400 gram biji per hektar.
Pengolahan Lahan Selada
Lahan diolah terlebih dahulu dengan cangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya dibuat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur, untuk mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjang 15 m. Jarak antar bedeng 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomite, 3-4 minggu sebelum tanam, dosis 1,5 t/ha, kapur diaduk rata dengan tanah permukaan bedengan.
Persemaian Tanaman Selada
Biji dapat langsung ditanam di lapangan, tetapi lebih baik melalui persemaian. Sebelum disemai, benih direndam dalam larutan Previcur N dengan konsentrasi 0,1 % selama + 2 jam kemudian dikeringkan. Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dengan pupuk organik (1:1), kemudian ditutup dengan alang-alang atau jerami kering selama 2-3 hari. Sebaiknya bedengan persemaian diberi naungan/atap. Setelah berumur 7-8 hari, bibit dapat juga dipindahkan kedalam bumbunan yang terbuat dari daun pisang/pot plastik dengan media yang sama.
Penanaman Tanaman Selada
Setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki 4-5 helai daun tanaman dapat dipindahkan ke bedengan yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam 20 x 20 cm atau 25 x 25 cm, tergantung varietas semakin tinggi varietas yang ditanam semakin lebar jarak tanamnya.
Pemupukan Tanaman Selada
Tiga hari sebelum tanam diberikan pupuk organik (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 2-4 kg/m2. Dua minggu setelah tanam lakukan pemupukan susulan Urea 150 kg/ha (15 gr/m2) supaya pemberian pupuk lebih merata maka pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman. Selanjutnya dapat ditambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 10 dan 20 hari setelah tanam.
Penyiraman dilakukan tiap hari sampai selada tumbuh normal, kemudian diulang sesuai kebutuhan. Bila ada tanaman yang mati, segera disulam, penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 10 hari. Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Selada
Hama yang sering ditemui adalah ulat daun, belalang, dan nyamuk kecil bila keadaan lembab. Pengendalian hama dapat dilakukan secara mekanik yaitu dipungut dengan tangan, jika terpaksa gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya. Penyakit yang sering menyerang tanaman selada yaitu bercak hitam daun dan cacar daun.
Panen dan Pasca Panen Tanaman Selada
Tanaman selada dapat dipanen setelah berumur + 2 bulan, dengan cara mencabut batang tanaman atau memotong pangkal batang. Tanaman yang baik dapat menghasilkan + 15 ton/ha. Selada cepat layu sehingga untuk menjaga kualitasnya agar kelihatan tetap segar dan kualitasnya baik,segera setelah panen lakukan dengan merendam bagian akar tanaman dalam air dan pengiriman produk ketempat tujuan secepatnya.
2.2. Vertikultur

Dalam bahasa aslinya yakni Bahasa Inggris, arti "verticulture" gabungan dari dua suku kata, vertical dan culture. Secara umum memberikan pengertian vertikultur adalah budidaya tanaman dengan cara bertingkat atau bersusun, memanfaatkan ruang ke arah atas. 
                                               
Tujuan dari sistem ini tentu saja menghemat ruang dengan kemudahan beberapa variasi tanaman.
Pengembangannya dapat dilakukan di lahan pekarangan rumah, dan tidak memerlukan tempat yang relatif luas. Sistem ini sangat cocok dikembangkan diwilayah perkotaan yang rata-rata penduduknya hanya memiliki luasan sisa lahan perumahan yang sempit. Asal syarat utama dari kehidupan tanaman adalah sinar matahari tercukupi, hal tersebut bukan menjadikan halangan untuk mencoba…satu hal lagi yang penting, sistem penanaman vertikultur ini sangat fleksibel penempatannya, selain mudah dan relatif murah (dibandingkan sistem tanam konvensional pada tanah) juga dianggap ramah lingkungan.

Karena pada dasarnya sistem ini merupakan cara bertanam, maka cara yang diterapkan pun tidak berbeda jauh dengan penanaman konvensional (menanam horizontal) pada bidang tanah. Namun yang patut diperhatikan adalah segala sesuatu yang disesuaikan dengan sifat tanaman yang akan dibudidayakan, misalnya:

1. Pemilihan lokasi tanam,
Dalam hal ini memerlukan banyak sinar matahari atau sebaliknya, ini didukung dengan kemudahan dalam fleksibilitas pemilihan tempat dari sistem ini.

2. Komposisi media tanam,
Antara pasir, tanah, kerikil dan humus/pupuk kandang.

3. Perawatan tanaman,
Secara umum adalah penyiraman, pemupukan, penyulaman jika diperlukan. 

Teknik pertanian vertikultur  seperti ini biasanya untuk membudidayakan tanaman semusim atau berumur pendek, seperti sayuran. Aneka sayuran yang dapat ditanam antara lain seledri, selada, kangkung, bayam, kemangi, sawi, caisim atau kailan. Pohon cabai, tomat, atau terong, juga mudah sekali tumbuh dengan cara ini. Jenis tanaman obat-obatan atau tanaman hias pun layak untuk dicoba.


BAB IV
PEMBAHASAN
3.1. VERTIKULTUR DI BATANG BAMBU
1.Siapkan bambu  berdiameter sekitar 10 cm sepanjang 1,5 m
2.Lubangi dengan hati-hati pembatas bagian dalam antar-ruas bambu menggunakan linggis
3. Buat lubang-lubang yang berdiameter 1,5-2 cm di bagian sisi bambu secara bertingkat dan berselang seling sehingga tanaman tidak saling menutupi.
4.Lubang pertama dibuat dengan jarak 12,5 cm dari ujung bambu. Lubang tanam yang lain dibuat dengan jarak 25 cm antara lubang satu dengan lubang lainnya sehingga didapatkan dua belas lubang tanam.
5.Setelah itu, masukkan media tanam yang telah disiakan ke dalam bambu hingga penuh
6.Model ini dapat diangkat dan dipindah-pindah ke tempat yang inginkan walaupun agak berat.
3.2. BAHAN YANG DIPERLUKAN
1.  Pipa paralon atau bambu
2.  Gergaji besi
3.  Penggaris atau meteran
4.  Bor atau Pahap
5.  Kayu bulat
6.  Pupuk kompos/kandang
7.  Tanah gembur
8.  Kotak semai untuk benih

3.3. VERTKULTUR DI PIPA PARALON
1. Siapkan pipa paralon berdiameter 4 inci sepanjang 1,5 m
2.  Buat lubang berdiameter 1,5-2 cm di sisi pipa secara bertingkat dan berselang-seling sehingga tanaman tidak akan saling menutupi.
3.  Lubang pertama dibuat pada jarak 10 cm dari ujung paralon. Lubang berikutnya dibuat dengan jarak 25 cm antara lubang satu dengan lubang lainnya sehingga didapatkan dua belas lubang tanam setiap pipa.
4.  Bagian bawah pipa paralon ditutup dengan dop PVC setebal 5 cm
5.  Pipa paralon yang sudah ditutup dop diletakkan cetakan semen yang berlubang agar dapat berdiri kokoh,
6.  Setelah itu, paralon diberi media tanam yang telah disiapkan hingga penuh
7.  Vertikultur sudah siap ditanami. Model ini dapat dipindah-pindah sesuai dengan tempat yang inginkan.

MEDIA TANAM
Media tanam yang digunakan dapat berupa campuran pasir, tanah gembur, pupuk kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1 dan bisa ditambahkan pupuk urea. Selain pupuk kompos, pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk kandang.
CARA BERTANAM VERTIKULTUR
1. Masukkan media tanam dari ujung paralon/setiap lubang paralon

2. Buat lubang tanam
3. Semai benih yang perlu disemai di tempat lain
4. Tanamlah tanaman hasil semai atau tanaman mini
5. Lakukan penyiraman yang cukup dan lakukan pengontrolan terhadap hama dan penyakit.
Untuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan banyak sinar matahari, dapat ditanam di lubang atas dan tanaman yang membutuhkan banyak air di bagian bawah. Lakukan penambahan media (kompos atau tanah gembur) di setiap lubang apabila media tanahnya berkurang.
PEMUPUKAN
Sebaiknya pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, seperti pupuk kompos atau pupuk kandang. Agar buah tidak mudah rontok, dapat digunakan KCl sebanyak 1 sdt atau 1 sdm tergantung ukuran tanaman. Sebaiknya KCl diberikan setiap 5 – 6 bulan sekali.
PENGENDALIAN HAMA
Hama yang umum menyerang adalah belalang dan ulat daun. Insektisida yang dapat digunakan salah satunya adalah Diazinon 60 EC, dengan dosis 2 cc/liter air.


Hortikultur nanas


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Kemudian hortikultura digunakan secara lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Istilah hortikultura digunakan pada jenis tanaman yang dibudidayakan. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi. Hortikultura merupakan salah satu metode budidaya pertanian modern.
Hortikultura merupakan cabang dari agronomi. Berbeda dengan agronomi, hortikultura memfokuskan pada budidaya tanaman buah (pomologi/frutikultur), tanaman bunga (florikultura), tanaman sayuran (olerikultura), tanaman obat-obatan (biofarmaka), dan taman (lansekap). Salah satu ciri khas produk hortikultura adalah perisabel atau mudah rusak karena segar.
            Dalam makalah ini, penulis akan membahas tentang nanas. Dimana nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Buahnya dalam bahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena bentuknya yang seperti pohon pinus. Nama 'nanas' berasal dari sebutan orang Tupi untuk buah ini: anana, yang bermakna "buah yang sangat baik". Burung penghisap madu (hummingbird) merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun berbagai serangga juga memiliki peran yang sama.
Buah nanas sebagaimana yang dijual orang bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap 'sisik' pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung -- bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga majemuk -- menjadi satu 'buah' besar. Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian 'mahkota' buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.
Di Indonesia, propinsi Lampung merupakan daerah penanaman nanas utama, dengan beberapa pabrik pengolahan nanas juga terdapat di sana.
1.2. Tujuan Penulisan Makalah
1.      Sebagai tugas mata kuliah system perbanyakan tanaman Hortikultura
2.      Sebagai penambah wawasan tentang nanas dan system budidayanya.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Nanas
Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Buahnya dalam bahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena bentuknya yang seperti pohon pinus. Nama 'nanas' berasal dari sebutan orang Tupi untuk buah ini: anana, yang bermakna "buah yang sangat baik". Burung penghisap madu (hummingbird) merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun berbagai serangga juga memiliki peran yang sama.
2.1.1.      Manfaat Buah Nanas

  • Melancarkan pencernaan protein. Manfaat nanas ini dapat kita peroleh karena buah tersebut memiliki enzim bromelain dalam jumlah besar. Enzi mini bermanfaat untuk memperlancar proses pencernaan dan sebagai pelega tenggorokan. Enzim bromelain berfungsi sebagai pencerna protein yang terdapat dalam makanan hingga dapat diserap oleh tubuh.
  • Mempercepat proses penyembuhan luka. Fungsi lain dari Enzim Bromelain adalah dapat mempercepat proses penyembuhan luka serta mengurangi peradangan dan pembengkakan dalam tubuh. Untuk itu, bagi pasien yang akan atau telah menjalani operasi sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah nanas.
  • Berfungsi sebagai pembersih. Manfaat nanas sebagai pembersih ini juga diperoleh dari adanya enzim bromelain yang dapat membantu agar kadar asam dalam darah menjadi seimbang. Nanas juga dapat mengurangi kadar air yang berlebih dari dalam tubuh sehingga dapat membantu menyembuhkan penyakit Edema. Selain enzim bromelain, asam aspartic yang terkandung dalam nanas juga dapat membuang asam amonia yang merupakan racun berbahaya dari dalam tubuh.
2.1.2.      Efek Samping Buah Nanas
  1. Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis obat yang dapat menggugurkan kandungan. Karena itu, nanas dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid. Karena itu, perempuan hamil dilarang mengkonsumsi nanas muda.
  2. memicu rematik. Di dalam saluran cerna, buah nanas terfermentasi menjadi alkohol. Ini bisa memicu kekambuhan rematik gout. Penderita rematik dan radang sendi dianjurkan untuk membatasi konsumsi nanas.
  3. meningkatkan gula darah. Buah nanas masak mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Jadi, bagi penderita diabetes, sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan.
  4. menimbulkan rasa gatal. Terkadang sehabis makan nanas segar, mulut dan lidah terasa gatal.

2.2.Teknik Budidaya Nanas

 

2.2.1.      Teknik Perbanyakan Tanaman.
Teknik perbanyakan tanaman nanas dapat dilakukan dengan cara vegetatif dan generatif. Cara vegetatif dapat digunakan adalah tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah, stek batang dan dengan cara kultur in vitro.  Cara kultur in vitro biasanya digunakan untuk memproduksi bibit tanaman yang seragam dalam jumlah besar. Sedangkan cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian.Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal, sehat serta bebas dari hama dan penyakit.
Cara perbanyakan bibit tanaman nanas yang akan ditulis disini adalah  dari bibit tunas batang dan dari stek.
1.      Bibit Tunas Batang.
Adapun cara pembibitan dari tunas batang adalah sebagai berikut :
1). Memilih tunas batang yang akan digunakan untuk pembibitan. Tanaman nanas dalam keadaan sedang berbuah atau telah dipanen. Tunas batang yang baik adalah panjang 30-35 cm.
2). Kemudian memotong daun-daun dekat pangkal pohon, untuk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan, setelah itu biarkan selama beberapa hari di tempat teduh dan bibit siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam.
2.      Bibit Nanas dari Stek.
Adapun cara pembibitan dari stek adalah sebagai berikut :
1). Memotong batang nanas yang sudah dipanen buahnya sepanjang 2,5 cm.
2). Membelah potongan  menjadi 4 bagian yang mengandung mata tunas
3). Potongan-potongan tersebut disemaikan dalam media pasir bersih
4). Setelah 3,5 bulan, bibit akan mencapai ketinggian 25-35 cm. maka bibit bisa langsung itanam        di kebun.

2.2.2.      Pembibitan Tanaman.
Adapun tahap-tahap pembibitan tanaman nanas adalah sebagai berikut :
1). Persemaian Tanaman.
Persemaian untuk nanas memerlukan perlakuan khusus. Langkah dalam menyiapkan media semai dalam bak persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan belahan batang untuk mempercepat pertumbuhan akar. Belahan batang pada bak persemaian disemaikan sedalam 1,5 – 2,5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. Kondisi media persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara baik, dengan menutup bak persemaian dengan lembar plastic tembus cahaya (bening).
Stek batang nanas dibiarkan bertunas dan berakar. Tempat persemaian baru yang medianya disuburkan dengan pupuk kandang disiapkan. Campuran media berupa tanah halus, pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus (1:1). Langkah terakhir adalah memindahtanamkan bibit nanas dari persemaian perkecambahan ke persemaian pembesaran bibit.
2). Pemeliharaan Bibit
Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika diperlukan.
3). Pemindahan Bibit
Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan
2.2.3.      Penanaman Tanaman.
1).  Pengolahan Media Tanam
a) Persiapan
Penanaman nanas dapat dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau, dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan. Pengolahan tanah dapat dilakukan pada awal musim hujan. Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan karena tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5,5. Jumlah bibit yang diperlukan untuk suatu lahan tergantung dari jenis nanas, tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhannya.

b) Pembukaan Lahan
Untuk membuka suatu lahan, perlu dilakukan: membuang dan membersihkan pohon-pohon atau batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm hingga gembur, karena, bisa berakibat fatal pada produksi tanaman. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari agar tanah benar-benar matang dan siap ditanami.
c) Pembentukan Bedengan
Pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah, kemudian di sekililingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air. Sistem bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm, jarak antar bedengan 90-150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam. Tinggi petakan atau bedengan adalah antara 30-40 cm.
d) Pengapuran
Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman nanas adalah 4,5-6,5. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit atau Dolomit atau Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH dibawah 4,5). Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah, namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha. Bila tidak turun hujan, setelah pengapuran segera dilakukan pengairan tanah agar kapur cepat melarut.
e) Pemupukan
Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar. Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam. Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan urea. Nitrogen (N) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, fosfor diperlukan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diperlukan untuk perkembangan buah, khususnya nanas. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan.
2). Teknik Penanaman
a) Penentuan Pola Tanam
Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tanaman dan urutan jenis tanaman dengan waktu tertentu, dalam kurun waktu setahun. Dalam teknik penanaman nanas ada beberapa sistem tanam, yaitu: sistem baris tunggal atau persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan; 90 x 30 cm jarak dalam barisan 30 cm, dan jarak antar barisan adalah 90 cm. Sistem baris rangkap dua dengan jarak tanam 60 x 60 cm, dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan adalah 150 cm dan jarak tanam 45 x 30 cm, dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman adalah 90 cm. Sistem baris rangkap tiga dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 3 barisan adalah 90 cm serta sisitem baris rangkap empat dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tanaman 90 cm.
b) Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan system tanam. Ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm. Untuk membuat lubang tanam digunakan pacul, tugal atau alat lain.
c) Cara Penanaman
Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan. Langkah-langkah yang dilakukan: (1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih; (2) mengambil bibit nanas sehat dan baik dan menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam; (3) tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah; (4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah; (5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam, 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit mudah busuk.
3).  Pemeliharaan Tanaman
a) Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan, sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit.
b) Penyiangan
Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas dalam hal kebutuhan air, unsur hara dan sinar matahari. Rumput liar sering menjadi sarang dari dan penyakit. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun, namun untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan. Cara penyiangan  dilakukan  dengan mencabut  rumput dengan tangan/kored/cangkul. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan.
c) Pembubunan
Pembubunan diperlukan dalam penanaman nanas, dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan, agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam, sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat.
d) Pemupukan
Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah:
a) Pupuk NPK tablet (Pamafert)
Bentuk pupuk berupa tablet, berat 4 gram setiap tablet. Dosis anjuran satu tablet tiap tanaman
b) Pupuk tunggal berupa campuran ZA, TSP, atau SP-36 dan KCl
1. Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + TSP atau SP-36 60 kg + KCl 50 kg perhektar. Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama.
2. Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg atau urea 62,5 kg + TSP atau SP-36 75 kg/ha. Pada umur 6 Bulan dipupuk kandang 10 ton/ha.
Cara pemberian pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas, kemudian tutup dengan tanah. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gram Urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar.
e) Pengairan dan Penyiraman
Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering, namun untuk pertumbuhan tanaman yang optimal diperlukan air yan cukup. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca. Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot atau embrat.


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
            Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun.
nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae).
Di Indonesia, propinsi Lampung merupakan daerah penanaman nanas utama, dengan beberapa pabrik pengolahan nanas juga terdapat di sana.
Manfaat buah nanas adalah : Melancarkan pencernaan protein. Manfaat nanas ini dapat kita peroleh karena buah tersebut memiliki enzim bromelain dalam jumlah besar. Enzi mini bermanfaat untuk memperlancar proses pencernaan dan sebagai pelega tenggorokan. Enzim bromelain berfungsi sebagai pencerna protein yang terdapat dalam makanan hingga dapat diserap oleh tubuh.
Mempercepat proses penyembuhan luka. Fungsi lain dari Enzim Bromelain adalah dapat mempercepat proses penyembuhan luka serta mengurangi peradangan dan pembengkakan dalam tubuh. Untuk itu, bagi pasien yang akan atau telah menjalani operasi sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah nanas.
Berfungsi sebagai pembersih. Manfaat nanas sebagai pembersih ini juga diperoleh dari adanya enzim bromelain yang dapat membantu agar kadar asam dalam darah menjadi seimbang. Nanas juga dapat mengurangi kadar air yang berlebih dari dalam tubuh sehingga dapat membantu menyembuhkan penyakit Edema. Selain enzim bromelain, asam aspartic yang terkandung dalam nanas juga dapat membuang asam amonia yang merupakan racun berbahaya dari dalam tubuh.